Vytha's blog

it's all about anime and latest korean

Strawberry’s Pancake Chapter 2


udah baca yg chapter 1 ? kalo udah yuk baca yg chapter 2 ^0^

Chapter 2…
“ akhirnya hari ini gladiresik juga untuk acara music award. Oh apa kau sudah siapkan kostum kazu ?” ia mulai sibuk untuk mempersiapkan ini itu untuk diri sendiri di dalam ruangan make up. Anak – anak ribby G mempersiapkan latihannya untuk acara besok dan mereka mempersiapkan diri untuk tampil semaksimal mungkin termasuk dirinya.

“ hey, apa kalian lihat bantalku? Aku tadi simpan di sini. …” tiba – tiba Tsuki mengelilingi ruangan tanpa arah, bantal yang biasa ia bawa kemana – mana entah ia taruh dimana.

“ mungkin tertinggal di mobilku, atau di rumah.” Kata Aya yang berniat membantu tapi tidak berpengaruh bagi Tsuki.

“ aku yakin aku sudah membawanya, bahkan aku baru 10 menit yang lalu menidurinya, siapa yang mencuri pipilow ku sih !!” tanpa kompromi tsuki mencari ke luar ruangan , ke dalam ,ke mobil sampai balik lagi, bahkan teman – teman nya pun bingung, sepenting apakah bantal berwarna pink dengan bentuk piglet itu .

“ maksudmu bantal ini ?“ Tsuki langsung memutar tubuh nya dan pandangan nya langsung tertuju pada bantal kesayangannya itu .

“ ho pipilow, aku mencarimu kemana – mana kau ada dimana ?.” sebelum dia kembali ke kegiatan nya untuik fiting baju dan mengambil bantal nya ia melirik orang yang menemukan bantalnya dengan curiga.

“ jadi kau yang mengambil ? apa kau tidak bisa membeli sendiri?” Tanya Tsuki sinis pada orang itu.

“ aku melihat ada bantal berwarna pink dan karena aku suka pink, lalu aku juga lelah semalaman tidak istirahat dan itu karena kau , aku hanya berpikir tidur di atas bantal itu dan memejamkan mata. Sungguh aku tidak bermaksud…” kata ‘pria gak jelas’ itu berniat ingin melanjutkan kata – kata nya tapi tidak jadi, apalagi pria itu adalah Minhwan pria yang ia temui semalam, entah bagaimana mereka bisa bertemu lagi . Bahkan orang – orang yang berada di situ pun tidak mengerti apa yang terjadi.

“ jadi kalian sudah saling kenal ? kapan ? kenapa tidak pernah cerita padaku ?” kata Yumi memecah keheningan , terlihat dari wajah dan gelagat mereka terlihat salah tingkah dan gugup.

“ oh , masalah itu pokoknya panjang nanti aku ceritakan, dan lain kali jangan suka mengambil bantal orang lain terutama aku. “ kata Tsuki lalu memasukan bantal nya ke koper baju – bajunya dan kembali meneruskan merias wajah nya.

“ hanya bantal seperti itu saja membuat kehebohan Satu studio.” Kata salah seorang artis wanita yang seruangan dengan nya, Tsuki tidak terima perkataan gadis itu dan mendatangi gadis itu. ia tidak mengerti apa maksud yang artis itu katakan.

“ aku tidak menyuruh mu untuk mencari bantal ku, jadi untuk apa kau pun ikut heboh.” Tanya nya sinis , ia bahkan tidak  tahu nama artis ini siapa.

“ bilang saja kau mau menarik perhatian Minhwan oppa, karena dia make up di ruangan ini dasar artis murah.” Gerutunya dengan tampang yang menyebalkan untuk Tsuki lihat , ia ingin sekali menonjok wajah gadis ini tapi Aya yang ada di samping nya langsung melerai nya.

“ penting atau tidak bukan urusan mu, jangan ikut campur urusan orang, ini bukan gedung mu jadi urus saja urusan mu. Lagipula dia tidak meminta bantuan mu , untuk apa kau sibuk – sibuk ikut mencari. Silahkan cari ruangan lain saja nona kalau kau keberatan dengan kami.” Kata Aya membela nya, ia merasa lega ada Aya disitu setidak nya ia tidak seperti wanita bodoh yang diejek artis sok kecaantikan ini. Tsuki hanya tertawa mendengar kata – kata Aya yang bernada standard dan lembut tapi menusuk hati..en point untuk nya, di kursi belakang nya Minhwan hanya melihat nya melalui cermin dan ia tahu bagaimana ekspresi Minhwan saat melihat ia bertengkar dengan artis itu, ekspresinya sungguh aneh.

“ baiklah, karena aku artis yang baik hati aku akan memaafkan kata – kata kalian padaku.” Lalu artis itu duduk kembali dan merapikan rambutnya kembali.

“ menyebalkan !!! berani nya dengan ku.”

Daripada memikirkan hal seperti itu Tsuki memilih untuk kembali duduk dan mulai merias kembali, kebetulan ada tata rias nya yang membantu nya , karena baru datang jadi sebelum nya ia merias sendiri.

“ sebaik nya aku menyerahkan pada tata rias nya, sedikit lagi ya unnie.” Katanya, Tsuki pun meneruskan dengan membaca komik kesukaan nya, komik Naruto . ya memang dari dulu ia termasuk orang yang sangat menyukai komik jadi dia memang sering membawa komik apapun kemana – mana.

“ Tsuki..”

“ hehm , ada  apa ?bukan kah masalah kita sudah selesai kemarin.” Dia benar – benar tidak mengharapkan ‘pria tidak jelas‘ ini mengganggunya lagi ia takut kejadian semalam terungkit di infoteiment.

“ aku ingin bicara dengan mu sebentar. Ayo.” Lalu ia menarik tangan Tsuki dan membawa nya ke luar ruangan lebih tepatnya kearah toilet.

“ apa yang kau lakukan, mau kemana ?” Minhwan pun langsung menghentikan langkah nya dan menarik Tsuki ke ruangan Cleaning service dan masuk ke dalam agar orang – orang tidak melihat mereka.

“ oke , ada yang ingin aku bicarakan , to the point . aku ingin mengajak mu ke sebuah acara karena harus datang bersama pasangan, dan kalau kau tidak mau..”

“ kalau aku tidak mau, kau mau apa.. lagipula kenapa kau tidak pergi dengan artis centil mu itu yang memanggilmu oppa padahal sudah jelas dia itu noona mu.” Tantang Tsuki, entah apalagi yang diinginkan pria ini, tapi ini jelas tidak bisa dibiarkan.

*********

Terpaksa Minhwan harus melakukan ini, apalagi dia wanita satu – satunya yang ia kenal yang cukup waras, terlebih dia bukan penggemar nya jadi tidak akan menyulitkan nya di acara nanti.

“ kalau tidak mau apa ?” tantang Tsuki sekali lagi, ia bahkan tidak takut pada apa yang akan ia katakan selanjut nya.

“ kalau tidak mau , reputasi mu !! reputasi mu. Aku akan mengumumkan kau kekasihku dengan menghadirkan preman – preman waktu itu dan fans ku akan murka padamu.” Dengan senyum licik Minhwan menawarkan ancaman dengan baik pada Tsuki yang membatu mendengar ancaman nya, ia yakin Tsuki bukan tipikal orang yang suka berurusan dengan fans dan infotaiment karena dia bukan gadis yang macam – macam dan cari sensasi.

“ kau ini…. Ihhh…. Baiklah aku akan terima dengan satu syarat.” Sambil mengacungkan jari telunjuk nya ke depan wajah Minhwan. Tsuki memang menerima tawaran nya tapi ia masih tetap khawatir karena ia tidak bisa mengatur bagaimana perilaku Tsuki ketika di pesta nanti, bisa – bisa Tsuki tidak jadi menyetujui nya karena Minhwan sendiri banyak permintaan.

Akhirnya mereka menyetujui perundingan itu, dengan beberapa syarat yang diajukan Tsuki padahal ia janji nya hanya satu saja tapi dia minta lebih. Maka setidak nya urusan datang ke acara 80 % sudah selesai dan ia tidak usah terlalu memikirkan lagi.

Minhwan memutuskan untuk kembali ke ruangan dan mengambil stick drum nya yang tertinggal, ia juga ingin pamit untuk pulang karena latihan sudah selesai dan pemotretan sudah selesai, ia ingin tidur untuk persiapan acara besar besok malam. Sambil membenahi barang – barang nya dan memasukan nya dengan rapih Minhwan menata nya, ia lebih suka segala sesuatu dikerjakan sendiri lebih puas dan jika ada kesalahan itu kesalahan kita sendiri.

“ pukul 10 siang di Seoul Park 3 hari lagi. aku ingin kau menemani ku berbelanja agar kita terlihat seperti pasangan. Aku tidak mau datang dengan pasangan yang…”

“ maksudmu aku pasangan yang berpenampilan buruk ? baik 3 hari lagi aku akan tunjukan bagaimana selera ku padamu !!! lihat saja, tapi kenapa kau memberitahu ku sekarang , besok kan masih bertemu. Pria bodoh.” Gerutunya pada Minhwan tapi Minhwan masih menanggapi nya dengan santai dan hanya mentertawakan apa yang Tsuki katakan, ia baru saja sadar bahwa Tsuki termasuk gadis yang childist, dan itu salah satu tipe nya.

Minhwan hanya menarik koper nya walaupun di belakang nya gadis itu terus – menerus memanggil nya , hanya saja Minhwan sengaja ia ingin tahu apa yang gadis itu lakukan kalau ia keluar ruangan itu.

“ hey kau tidak dengar ?? baiklah kalau itu mau mu, tunggu aku di Seoul Park. Dan jangan telat aku benci orang yang telat.” Katanya menghentikan koper yang Minhwan bawa, dan mencegat Minhwan lewat di pintu, benar – benar kekanak – kanakan.

“ karena aku akan sangat sibuk dan tidak punya waktu besok jadi aku bilang sekarang, dan lagi aku pria yang selalu tepat janji kalau kau telat aku akan menghukum mu.” Minhwan pun menyibak kan tangan gadis itu yang sengaja ia bentangkan agar Minhwan tidak bisa lewat tapi itu tidak tepengaruh bagi Minhwan ia hanya sengaja pura – pura tidak bisa lewat padahal bisa saja Minhwan mencegah nya, tanpa mempedulikan gadis itu lagi ia hanya berjalan membawa baju – baju latihan anak FT dalam koper itu terakhir ia hanya mendengar suara gadis itu marah – marah tidak jelas.

“ jadi yang tidak jelas disini dia atau aku ??” Tanya Minhwan dalam hati lalu ia hanya tertawa sendiri .

*******

“ ah apa ini giliran kita manggung ?” Tanya Kazu pada yang lain , yang lain hanya mengangguk membenarkan. Tsuki pun memutuskan untuk melirik sedikit keadaan panggung yang akan mereka gunakan , ada 3 panggung di tengah , kanan dan kiri sedangkan Tsuki dan yang lain tampil di panggung sebelah kanan lebih tepat nya panggung yang dekat dengan tempat duduk artis – artis lain.

“oow sepertinya kita ada masalah, aku baru sadar kalau panggung nya dekat tempat duduk artis – artis. “ anak Ribby G yang lain pun langsung ikut mengintip posisi panggung mereka , dan mereka hanya saling melempar senyum yang sebenar nya tidak pantas untuk dipamerkan ,senyum yang sangat terpaksa. Tak selang lama mereka pun naik ke panggung dan bersiap awal nya Tsuki enjoy dan fun menyanyikan lagu yang sudah lama ia latih apalagi setelah melihat banyak penonton yang membawa poster foto dan fans nya menjerit dengan membawa tongkat dengan buah apel di atas nya , itu lambing girl band mereka.

Perform yang bagus ditambah Tsuki dan yang lain termasuk anak – anak yang ramah menjadikan jeritan para penonton menjadi – jadi apalagi ada sesi berbicara sebentar setelah perform, Tsuki menjawab dengan lancar namun saat ia mengalihkan pandangan nya ke arah tempat duduk artis di sebelah kanan nya ia melihat sosok Minhwan sedang mengamati nya, tak lama ia mengacungkan jempol pada Tsuki, ia pun langsung tersenyum dan mengacungkan jempol kembali.

“ ahhh kita berhasil,kita bisa tampil dengan baik di acara bergengsi seperti itu.” Mereka pun langsung mengganti baju untuk perform selanjut nya , mungkin mereka akan menjadi penutup acara tersebut jadi mereka bisa sedikit santai, karena acara baru berjalan   15 menit sedangkan lama acara 3 ½ jam.

“ kita duduk di sana yuk, melihat penampilan yang lain.” Ajak Yumi padanya, ia ingin ikut tapi ia harus mengatakan apa kalau nanti bertemu Minhwan , ia tidak sadar sampai – sampai pria itu memperhatikan nya dari tadi.

“ tapi disana ada minhwan, malu lah. Tadi dia juga mengacungkan jempol nya waktu kita di wawancara di panggung.” Keluh Tsuki namun ia tidak bisa menolak Yumi, akhirnya ia terpaksa mau mengikuti Yumi karena ditarik paksa.

Tenyata saat Tsuki ke tempat duduk Minhwan bersiap untuk tampil jadi ia tidak bertemu, kabar itu membuat nya lega.

“lihat Minhwan selalu menggembungkan pipinya dan tersenyum tapi kurasa dia selalu melihat ke sini, aneh.” Keluh Yumi yang memperhatikan Jaejin dari tadi hanya saja posisi Jaejin tidak terlihat jelas dari tempat duduk malah Minhwan yang  terlihat jelas karena dia Drummer.

“ ahhh, sudah jangan dihiraukan biarkan saja, nikmati saja lagunya.” Suruh Tsuki yumi hanya mengannguk menuruti nya, namun Tsuki sendiri tidak bisa mengalihkan pandangan nya ke arah pria itu dan sesekali Minhwan pun mengalihkan perhatian nya ke arah nya. Ia merasa seperti selalu dilihat oleh pria itu apalagi ia duduk paling depan dan lumayan jelas.

Semuanya tepuk tangan memuji penampilan band itu apalagi mereka menyanyikan 2 lagu sekaligus di remix ulang. Tsuki sendiri mengaggumi kehebatan bermain drum Minhwan terlihat menyenangkan dan tidak terlihat berandalan tapi tetap rapih pada tempo dan keren.

“ Tsuki, sudah saat nya kita siap – siap lagi” teriak Aya dari arah panggung di bawah, lalu ia pun menuruti dan bergegas . sesudah tampil itu pria itu tidak terlihat lagi dan tidak kembali ke tempat duduk nya.

“ ahh, minhwan.. kenapa kau tidak kembali ke tempat duduk ?” Tanya nya saat tidak sengaja bertemu di bawah panggung, dia penasaran sekali kemana Minhwan dari tadi.

“ ahh, bagaimana aku bisa duduk , kursi ku kau tempati.” Kata Minhwan sambil melepas jaket nya yang dibantu penata rias dan mengganti jaket nya dengan yang lain, dan mengganti topi nya juga.

“ ahh benarkah ? tapi kau bisa tempati tempat duduk yang lain, tidak harus disistu kan ?” Tanya Tsuki , tak lama mereka tertawa bersama, oh ya aku mau tampil sebagai penutup dahh, kita bertemu di Seoul Park jam 10 esok, ok .” Tsuki mencoba mengingat kan Minhwan namun Minhwan sudah mengacungkan jempol nya dan tersenyum membenarkan yang Tsuki katakan, ia pun hanya tersenyum membalas jawaban Minhwan.

“ ehmm Tsuki tunggu..”

“ iya, ada apa lagi ?” kata Tsuki membatalkan langkah nya untuk masuk ke panggung, karena masih menunggu yang tampil jadi ia mau menunggu di tangga panggung agar mudah masuk nya.

“ ehmm, aja aja hwighting ohh ganbatte !!” sambil mengepalkan tangan nya dan mengacungkan nya kearah atas . Minhwan memberi semangat pada nya , ia pun membalas dan saling memberi salam pisah, Tsuki & anak Ribby G yang lain pun masuk ke panggung untuk menyajikan penampilan terakhir dan penutup yang terbaik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: