Vytha's blog

it's all about anime and latest korean

Strawberry’s Pancake _ Chapter 01


hellooo >.< pokoknya wajib dibacaa!! ok >_^

Prolog…

Siapa yang sangka bahwa dia suka hal – hal yang sama dengan ku , bahkan sampai buah yang kusukai. Buah yang aku suka sampai aku ingin memakan lagi hingga aku mabuk.
Bahkan dia pun mengizinkan aku mabuk karena itu, tapi apa sebuah buah harus dikorbankan dengan nyawa ?
Apa harus sebuah harta ku ditukar dengan hartaku yang lain.

Chapter 1

Dua hal yang paling dia suka buah vstrawberry dan pink, entah apa yang Tsuki pikirkan tapi 2 hal itu memang menarik dirinya dari kecil. Selain dari kecil selalu diberi buah tersebut, keluarganya juga memiliki kebun strawberry sendiri.
Sambil menyelusuri jalan dan memandangi gantungan Handphone berbentuk kelinci dengan dominan warna pink Ia memikirkan semua masalah yang dia alami di kantor. Lagi – lagi masalah vocal yang belum pas dengan pelatihnya membuat Tsuki harus extra latihan sampai jam 10 malam, seperti yang dilakukan nya hari ini .
“ latihan selama 4 bulan ? dan lagi dia mengatakan suara ku buruk. Dasar !!! kalau di suruh memilih aku pun ingin nya suara seperti Celine Dion.” Keluhnya setelah ia mengingat – ingat apa yang dikatakan pelatih vocal nya yang gendut dan bawel itu. Sambil melihat isi pesan ponsel nya Tsuki memutuskan untuk duduk di shelter terdekat kantor nya, kebetulan Aya tidak bisa menjemput nya karena ada urusan ke rumah Duta besar sedangkan Anju & Kazu tidak bisa mengandarai mobil di malam hari, tamat sudah riwayat nya.
“ hanya pikiran ku atau mobil itu dari tadi membunyikan klakson nya terus..?” mobil biru yang ada di seberang jalan itu membuatnya curiga ia pun memutuskan untuk pergi dari shelter itu. Namun ternyata mobil itu mengikuti nya dan di depan nya sepertinya ada preman berjalan ke arah nya.
“ oo ow… sepertinya aku sial malam ini…” gerutunya.
“ bagaimana ini ? dari belakang ada yang mengikuti ku. Sekarang ada preman yang menghampiriku.” Kepanikan Tsuki disadari oleh preman itu, bukan membuat preman itu merasa bagaimana tapi sepertinya sikap panik Tsuki membuat mereka makin mendekati.
“ nona manis, mau kemana ? kami antar ya ?.” sedikit demi sedikit Tsuki melangkah mundur tapi lengan nya tertangkap dan di genggam erat oleh preman tersebut sebelum dirinya kabur.
“ hey , tunggu jangan pegang – pegang kekasihku.” Suara yang asing tapi ia sepertinya pernah mendengar suaranya hanya saja ia lupa dimana dia mendengar suara itu.
“ oh, jadi kau kekasih nya. Mau apa ? kalau aku membawa kekasih mu apa yang akan kau lakukan….” Belum selesai preman itu menantang pria itu , tiba – tiba Tsuki membentak pria itu.
“ apa kau bilang ? kapan aku menjadi kekasihmu? Aku tidak pernah merasa.” Dengan nada suara yang sedikit tinggi , Tsuki membentak minhwan didepan preman tersebut.
“ kau ini bagaimana, aku tahu aku pernah menyakitimu, tapi kita belum mengakhiri hubungan ini. Pokoknya kau harus ikut aku.” Lalu Pria itu malah menariknya preman tersebut pun mencegah nya.
“ sebentar, bahkan kekasihmu saja tidak mau dibawa oleh kau. Berarti kekasihmu kami bawa.” Sebelah tangannya yang tidak ditarik oleh ‘pria tidak jelas’ itu ditarik oleh preman.
“ aku tidak mau, lepas. Kalian apa – apaan . lepas….” Akhirnya mereka berdua melepaskan nya
“ oke cukup yang pertama aku sama sekali tidak mengenal kau jadi jangan ajak – ajak aku!! kedua ,kapan kita menjalin hubungan? Aku tidak tahu tapi….” Tiba – tiba mata ‘pria tidak jelas’ mengedip yang sebelah kiri sambil menunjuk preman tersebut dengan dagunya, akhirnya dia mengerti maksud yang dilakukan oleh pria yang acting dari tadi.
“ oke baiklah, aku mengalah ayo kita selesaikan masalah ini di bar langganan kita. Cepat!!!” lalu mereka berdua masuk ke mobil yang pasti bukan mobil Tsuki. Tanpa berkata apapun preman itu pun pergi , dan tanpa kejelasan.
“ heh .. pertama aku berterima kasih padamu, hampir saja aku dibawa olehnya. Dan yang kedua, kau siapa dan apa maksudmu untuk mengaku jadi kekasihku, kau tahu walaupun kau tampan aku tidak mengakui mu sebagai kekasihmu.” Tanpa berpikir dia sedang berbicara dengan orang yang tidak begitu dia kenal, tapi kali ini Tsuki benar – benar kesal dengan kelakuan pria yang sedang bersama nya.
“ panggil aku Minhwan aku punya nama, dan pertama aku jawab sama – sama atas ucapan terima kasih mu, yang kedua kenapa kau marah, kau tahu aku sudah cukup baik untuk menolong mu. Apa hubunganya dengan tampan? Aku bingung dan….” Sebelum sempat Minhwan menyelesaikan pembicaraan nya perutnya berbunyi dan sepertinya terdengar oleh Tsuki.
“ maaf, sebaiknya kita mencari toko makanan yang masih buka, bagaimana kalau kita ke toko itu.” usul Tsuki, Bahkan masalah apapun kalau masalah makanan ia akan melunak.
“ ahhh kau.. jadi kau ini….” Sambil menunjuk nya pria ini baru sadar akan sesuatu tapi tsuki tidak tahu apa.
“ kenapa ada yang aneh ? apa aku sesuatu di wajah ku ? kenapa ekspresi mu seperti itu ?” Tsuki sedikit tidak suka melihat ekspresi ‘pria gak jelas’ itu yang memandang nya dari atas sampai bawah.
“ aku baru sadar aku memang belum pernah bertemu dengan mu. Tapi aku sering melihat mu di TV , kau anak Ribby G kan ?” Tanya Pria itu padanya, sebenarnya tsuki sudah tahu kalau pria di depan nya ini anak FT island tapi dia pura – pura tidak tahu, ternyata pria ini mengetahui nya.
“ hooo kau baru sadar aku ini artis? Bagaimana kau bisa lupa bahwa kau juga artis apa , padahal aku sangat popular.” Sambil meneruskan makan mie nya Tsuki menggerutu Minhwan hanya memandang aneh gadis di depan nya.
“ ohh betapa percaya diri nya kau… aku sudah selesai makan, cepat habiskan sayang kalau tidak di habiskan , mahal.” Dengan nada seperti ibu – ibu entah sejak kapan pria ini begitu berani padanya padahal baru bertemu.
“ kau seperti ibu ku, bawel dan berisik… ehmm tapi aku kangen juga dengan ibuku di inodnesia.. ahhh karena kau jadi aku mengingat ibuku lagi!!!” Minhwan bingung dan mencoba mencerna perkataan Tsuki tapi tsuki mengacuhkan nya, Pria itu sepertinya penasaran tapi dia tidak bertanya apa – apa.
“ jadi aku yang traktir karena kau telah menolongku ya walaupun aku sedikit tidak ikhlas dan tanpa izin.” Sambil memanggang daging nya ia mulai bisa dan nyaman berbicara dengan pria bernama Minhwan ini.
“Ya tidak buruk juga ternyata mengobrol dengan orang ini… tak apalah lagi pula ia sudah menolongku tadi.” Gerutunya,
“ jadi kapan kita pulang ?” Tanya nya pada Tsuki.

*******

“ Apa gadis itu gila, bisa – bisa nya dia berkeliaran malam – malam begini, maksudku kalaupun dia pulang kerja apa ia tidak tahu kalau halte itu sangat berbahaya, untung saja aku sedang membeli pancake di situ kalau tidak bagaimana nasib nya” gerutunya dalam mobil,setelah menemani dan ditraktir oleh gadis tadi ia mengantar kan sampai rumah dan sekarang Minhwan dalam perjalanan pulang ke basecamp nya dan lagi dia tidak tahu harus beralasan apa pada hyung – hyung nya kalau bertanya.
Minhwan member paling muda di band itu bisa dikatakan makne maka dari itu dia sering dikhawatirkan hyung nya walaupun dia sudah besar, bahkan kelewat besar.
“ ahh, hyung belum tidur ? bukan nya hyung besok padat jadwal ya??” Tanya nya kaget saat masuk, ternyata Seunghyun belum tidur dan sedang menonton.
“ kau dari mana ? larut malam baru pulang..?”
“ aku, ada urusan hyung. Ahh hyung nanti kalau mau tidur matikan tv nya kalau tidak bisa boros listrik.” Kata nya mengingatkan.
“ baikk omma, kau ini cerewet sekali.” Minhwan pun hanya tersenyum… bagaimanapun juga walaupun ia yang paling muda tapi tidak salah kan kalau mengingatkan kakak – kakak nya biarpun dia terkadang dipanggil ‘ibu’ oleh anak FT yang lain karena kebiasaan nya yang suka bersih – bersih dan keahlian nya untuk masak dan memarahi orang untuk irit dalam memakai uang menjadikan dia terkadang jadi ibu rumah tangga di rumah nya sendiri.
“ huuh… menyedihkan.” Keluh nya mengingat semua pekerjaan akan menumpuk di rumah besok pagi, Minhwan pun akhirnya memutuskan untuk tidur.
“ kau dari mana baru pulang ?” Tanya Jonghun yang sudah tidur lebih dulu.
“ ahh hyung ada urusan sebentar ada apa, dari tadi juga kau menelpon ku terus … handphone ku lowbat..” katanya sambil merebahkan diri di tempat tidur, di basecamp tidak ada kamar melainkan 2 kasur double dijadikan satu untuk tempat tidur mereka ber5, tapi mereka merasa nyaman.
“ besok ada jadwal pemotretan jam 7 pagi untuk mu dan Jaejin jadi istirahatlah.” Kata hyung nya itu enteng lalu melanjutkan lagi tidurnya.
“ apaaa? Pemotretan?? Bagaimana ini, bahkan sudah jam 12 aku belum tidur. Seperti apa wajahku besok.” Katanya panic tapi tak ada yang memberinya solusi, semua sudah tidur.

————–Bersambung Minggu Depan———————-

One response to “Strawberry’s Pancake _ Chapter 01

  1. keripikotaku Februari 7, 2011 pukul 7:28 pm

    wah, lmyan novelnya..
    klo ada yang pinter gmbar sklian jadiin komik ajah,
    hehehe

    salam kenal
    mampir di blogku jga yah.
    klo mw tuker link jga bleh..
    ^^

    happy share
    Coretan Otaku
    – Ur Anime Info –
    ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: