Vytha's blog

it's all about anime and latest korean

PROSEDUR PELAYANAN ADMINISTRASI UNIT RAWAT INAP

PROSEDUR PELAYANAN ADMINISTRASI UNIT RAWAT INAP

1.1 Pelayanan Administrasi Rumah Sakit
Secara etimologis, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Dahlan, dkk., 1995:646) menyatakan pelayanan ialah ”usaha melayani kebutuhan orang lain”. Pelayanan pada dasarnya adalah kegiatan yang ditawarkan kepada konsumen atau pelanggan yang dilayani, yang bersifat tidak berwujud dan tidak dapat dimiliki.
Administrasi secara sempit didefinisikan sebagai penyusunan dan pencatatan data dan informasi secara sistematis baik internal maupun eksternal dengan maksud menyediakan keterangan serta memudahkan untuk memperoleh kembali baik sebagian maupun menyeluruh. Pengertian administrasi secara sempit ini lebih dikenal dengan istilah Tata Usaha.
Baca pos ini lebih lanjut

Prosedur Pelayanan Farmasi

Nama : Respita Susanti
Nim : 20160301170

A. Pengertian pelayanan farmasi
Pelayanan farmasi rumah sakit merupakan salah satu kegiatan di rumah sakit yang menunjang pelayanan kesehatan yang bermutu. Hal tersebut diperjelas dalam Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1333/Menkes/SK/XII/1999 tentang Standar Pelayanan Rumah Sakit, yang menyebutkan bahwa pelayanan farmasi rumah sakit adalah bagian yang tidak terpisahkan dari sistem pelayanan kesehatan rumah sakit yang berorientasi kepada pelayanan pasien, penyediaan obat yang bermutu, termasuk pelayanan farmasi klinik, yang terjangkau bagi semua lapisan masyarakat. Tuntutan pasien dan masyarakat akan mutu pelayanan farmasi, mengharuskan adanya perubahan pelayanan dari paradigma lama (drug oriented) ke paradigma baru (patient oriented) dengan filosofi Pharmaceutical Care (pelayanan kefarmasian).
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 51 Tahun 2009 tentang Pekerjaan Kefarmasian juga dinyatakan bahwa dalam menjalankan praktek kefarmasian pada Fasilitas Pelayanan Kefarmasian, Apoteker harus menerapkan Standar Pelayanan Kefarmasian yang diamanahkan untuk diatur dengan Peraturan Menteri Kesehatan.
Berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan tersebut dan perkembangan konsep Pelayanan Kefarmasian, perlu ditetapkan suatu Standar Pelayanan Kefarmasian dengan Peraturan Menteri Kesehatan, sekaligus meninjau kembali Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1197/Menkes/SK/X/2004 tentang Standar Pelayanan Farmasi di Rumah Sakit. Praktek pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan yang terpadu dengan tujuan untuk mengidentifikasi, mencegah dan menyelesaikan masalah obat dan masalah yang berhubungan dengan kesehatan. Baca pos ini lebih lanjut

Tugas Online 4 _ Pelayanan Rekam Medis

Nama : Respita Susanti
Nim : 20160301170
Manajeme pelayanan rekam medis Seksi 11

1. Apakah yang dimaksud dengan pelayanan rekam medis?
Menurut Depkes RI (1994) pengertian rekam medis sebagai suatu sistem penyelenggaraan rekam medis adalah merupakan proses kegiatan yang dimulai pada saat diterimanya pasien di rumah sakit, diteruskan kegiatan pencatatan data medis pasien selama pasien itu mendapatkan pelayanan medik di rumah sakit, dan dilanjutkan dengan penanganan berkas rekam medis yang meliputi penyelenggaraan penyimpanan serta pengeluaran berkas dari tempat penyimpanan untuk melayani permintaan atau peminjaman dari pasien atau untuk keperluan lainnya

2. Apakah kegunaan rekam medis Baca pos ini lebih lanjut

Prosedur Pelayanan Rawat Inap Untuk Pasien Asuransi Dan Non Asuransi

Nama : Respita Susanti

Nim: 20160301170

 

Prosedur Pelayanan Rawat Inap Untuk Pasien Asuransi Dan Non Asuransi

 

  • Pengertian pelayanan rawat inap

Rawat inap adalah adalah pemeliharaan kesehatan rumah sakit yang menempatkan penderita sedikitnya satu hari tinggal/mondok di rumah sakit berdasarkan rujukan dari pelaksana pelayanan rumah sakit atau pelaksana pelayanan kesehatan lainnya.

Pelayanan rawat inap merupakan salah satu unit pelayanan di rumah sakit yang memberikan pelayanan secara komprehensif untuk membantu menyelesaikan masalah yang dialami oleh pasien, dimana unit rawat inap merupakan salah satu revenew center rumah sakit sehingga tingkat kepuasan pelanggan atau pasien bisa dipakai sebagai salah satu indikator mutu pelayanan (Nursalam, 2001)

Pelayanan  rawat ` inap adalah suatu kelompok pelayanan kesehatan yang terdapat di rumah sakit yang merupakan gabungan dari beberapa fungsi pelayanan. Kategori pasien yang masuk rawat inap adalah pasien yang perlu perawatan intensif atau observasi ketat karena penyakitnya. Rawat inap adalah pelayanan kesehatan perorangan yang meliputi observasi, pengobatan, keperawatan, rehabilitasi medik dengan menginap di ruang rawat inap pada sarana kesehatan rumah sakit pemerintah dan swasta, serta puskesmas dan rumah bersalin yang oleh karena penyakitnya penderita harus menginap dan mengalami tingkat transformasi, yaitu pasien sejak masuk ruang perawatan hingga pasien dinyatakan boleh pulang (Muninjaya, 2004).

Menurut Supranto (1997), alur pelayanan pasien rawat inap dimulai dari pelayanan pasien masuk di bagian penerimaan pasien, pelayanan ruang perawatan (pelayanan tenaga medis, pelayanan tenaga perawat, lingkungan langsung, penyediaan peralatan medis/ non medis, pelayanan makanan/ gizi), dilanjutkan pelayanan administrasi dan keuangan, terakhir pelayanan pasien pulang

Pelayanan rawat inap adalah pelayanan terhadap pasien masuk rumah sakit yang menempati tempat tidur perawatan untuk keperluan observasi, diagnosa, terapi, rehabilitasi medik dan atau pelayanan medik lainnya (Depkes RI 1997 yang dikutip dari Suryanti (2002)).
Baca pos ini lebih lanjut

Pelayanan Rawat Jalan Yang Baik

Nama : Respita Susanti
Nim : 2016030170
Manajemen Pelayanan RS _ Seksi 11

A. Pengertian
Pelayanan rawat jalan (ambulatory) adalah satu bentuk dari pelayanan kedokteran. Secara sederhana yang dimaksud dengan pelayanan rawat jalan adalah pelayanan kedokteran yang disediakan untuk pasien tidak dalam bentuk rawat inap (hospitalization). Pelayanan rawat jalan ini termasuk tidak hanya yang diselenggarakan oleh sarana pelayanan kesehatan yang telah lazim dikenal rumah sakit atau klinik, tetapi juga yang diselenggarakan di rumah pasien (home care) serta di rumah perawatan (nursing homes). Dibandingkan dengan pelayanan rawat inap, pelayanan rawat jalan ini memang tampak berkembang lebih pesat. Roemer (1981) mencatat bahwa peningkatan angka utilisasi pelayanan rawat jalan di rumah sakit misalnya, adalah dua sampai tiga kali lebih dari peningkatan angka utilisasi pelayanan rawat inap. Hal yang sama juga di temukan pada jumlah sarana pelayanannya. Di Amerika Serikat misalnya, seperti yang dilaporkan oleh Prospective Payment Assessment Commision, peningkatan jumlah sarana pelayanan tersebut untuk periode 1983-1988 tidak kurang dari 41%. Pelayanan rawat jalan (ambulatory) adalah satu bentuk dari pelayanan kedokteran.
Baca pos ini lebih lanjut

Pelayanan Gawat Darurat Yang Baik

Nama : Respita Susanti
Nim : 20160301170
Manajemen Pelayanan RS 1039-Mulyo Wiharto Seksi 11

A. Pengertian

Pelayanan gawat darurat (emergency care) adalah bagian dari pelayanan kedokteran yang dibutuhkan oleh penderita dalam waktu segera (imediately) untuk menyelamatkan kehidupannya (life saving). Instalasi kesehatan yang menyelenggarakan pelayanan gawat darurat disebut dengan nama Instalasi Gawat Darurat (emergency unit). Tergantung dari kemampuan yang dimiliki, keberadaan IGD tersebut dapat beraneka macam, namun yang lazim ditemukan adalah yang tergabung dalam rumah sakit (hospital based emergency unit). Hanya saja betapapun telah majunya sistem rumah sakit yang di anut oleh suatu negara, bukan berarti tiap rumah sakit memiliki kemampuan mengelola IGD sendiri, untuk mengelola kegiatan IGD memang tidak mudah penyebab utamanya adalah karena IGD adalah salah satu dari unit kesehatan yang padat modal, padat karya dan padat teknologi (Margaretha, 2013).
Sekalipun diakui tidak semua rumah sakit memiliki kemampuan menyelenggarakan IGD, bukan lalu berarti ketidak adaan IGD di suatu hidup dan kehidupan, keberadaan suatu IGD di setiap komunitas telah merupakan salah satu kebutuhan pokok. Dalam keadaan dimana tidak satupun rumah sakit mampu menyelenggarakan pelayanan IGD, biasanya terdapat semacam peraturan yang mewajibkan adanya kerjasama antar rumah sakit. Dalam keadaan yang seperti ini, salah satu rumah sakit menyediakan diri untuk mengelola IGD, untuk kemudian dapat dimanfaatkan secara bersama Baca pos ini lebih lanjut

Tugas Online 2 _ IKM353 – Sistem Informasi Rumah Sakit 5196 – Lily Widjaja Seksi – 11

Download Pokemon Go for Intel Processors

niantic-inc-pokemon-go

  • Version: 0.29.2 (2016071201)
    arm
  • File size: 58.06MB
  • Requires: Min: Android 4.4 (Kitkat, API 19)
    Target: Android 6.0 (Marshmallow, API 23)
  • Developer: Niantic, Inc.
  • Category: Adventure

Updated: July 13, 2016

KLIK Download Disini untuk mendownload pokemon go untuk handphone berprosessor intel

Pokémon GO is the property and trademark from the developer Niantic, Inc.

if you like my post and want to more information, you can press like in my page on facebook
klik -> Ribbon . thank you

Jadwal Terbit Komik Elex Media dan MnC 20 Juli 2016

Elex Media
Mira Kuru 1 (Munduran dari STO 01 Juni 2016)
Jungle Kurobe (Munduran dari STO 01 Juni 2016)
Yu-Gi-Oh (Premium) 10 (Munduran dari STO 01 Juni 2016 & 04 Mei 2016)
Hell`s Kitchen 7 (Munduran dari STO 01 Juni 2016)
Flash Girl 03 (Munduran dari STO 08 Juni 2016)
Arisa 11 (Munduran dari STO 08 Juni 2016)
Break Shot (Premium) 3
Captain Tsubasa (Premium) 06
HAJIME IS NO.1 (Deluxe) Vol.09
One Piece Red Grand Characters
Kariage Kun 19 (Terbit Ulang)
Red Raven 3
Barakamon vol.10
The Sluggish Tanaka 03
Miracle Girl 4
Yugioh GX 07
SC: Runaway Summer Boy
Animal Encyclopedia 2
Petualangan Sinbad 07
The World God Only Knows 18
Hanayamata 06
Yureka 31
Hayate the Combat Butler 39 Baca pos ini lebih lanjut

Download Pokemon Go for android

niantic-inc-pokemon-go

  • Version: 0.29.0
  • File size: 58.06MB
  • Requires: Android 4.4+
  • Developer: Niantic, Inc.
  • Category: Adventure
  • Updated: July 05, 2016

    Download Disini

    Pokémon GO is the property and trademark from the developer Niantic, Inc.

    if you like my post and want to more information, you can press like in my page on facebook 
    klik -> Ribbon . thank you

Bahan Untuk Cosplay

645624_b2df9b2d-cb66-46de-b833-db40bf9c58e71. JAPAN / AMERICAN DRILL
jenis kain ringan sedikit lebih tipis dari bahan Drill….jenis kain ini juga cocok kalo buat seragam sekolah tapi lebih bagus kalo katun dijadikan untuk bagian baju atasan dan untuk bawahan pake drill ^^ (buat seifuku only) katun juga bisa dipakai buat kostum jenis dress non-formal kayak baju terusan atau baju buat hang-out si character
RANGE HARGA : 25-40 rb permeter Baca pos ini lebih lanjut

Tips & Trick Fotografi Untuk Pemula

Kamera adalah suatu alat yang digunakan untuk ‘menangkap’ cahaya lewat sensor. Informasi dari cahaya yang ditangkap di sensor itu lalu diterjemahkan menjadi gambar. Jika jumlah cahaya yang tertangkap di sensor itu kurang, maka gambar akan menjadi terlalu gelap (underexposed/UE). Sebaliknya, jika cahaya yang tertangkap di sensor berlebihan, maka gambar akan menjadi terlalu terang (overexposed/OE).

Ada tiga hal yang bisa disetting di kamera untuk mengatur exposure: shutter speed, aperture, dan ISO. Apa peran dari masing-masing settingan tersebut?

Jika diibaratkan sensor adalah sebuah ember, dan cahaya adalah air yang akan diisikan ke ember tersebut, maka exposure yang ‘tepat’ adalah saat ember terisi air pas hingga bibir ember. Jika tinggi air tidak mencapai bibir ember, maka gambar akan underexposed, dan jika air luber maka gambar overexposed.

KONSEP

1. Shutter speed

Shutter speed adalah kecepatan atau lamanya shutter membuka sehingga cahaya mengenai sensor. Jadi, shutter speed bisa diibaratkan lamanya kita membuka keran untuk mengisi air. Semakin lama keran dibuka, maka akan semakin banyak air yang mengisi ember.

Shutter speed diukur dalam satuan waktu, dan kamera DSLR rata-rata dapat menggunakan shutter speed dari 1/4000 detik hingga 30 detik. Karena shutter speed yang digunakan kebanyakan kurang dari satu detik (pecahan), maka biasanya yang tertulis di viewfinder kamera adalah pecahannya saja (shutter speed 1/100 detik akan tertulis 100) di viewfinder. Satuan ‘detik’ biasanya tertulis sebagai tanda kutip (“), jadi shutter speed 2 detik akan tertulis sebagai 2″. Terkadang satuan detik digunakan juga dalam pecahan, misalnya 0.6″.

Makin besar angkanya, maka gambar akan makin gelap. Faktor pengali satu stop adalah 2x, misalnya shutter speed 1/100 akan 1 EV lebih terang daripada shutter speed 1/200 jika scene dan settingan yang lain tetap sama. Baca pos ini lebih lanjut

%d blogger menyukai ini: